Tutorial

23.45 Edit This 0 Comments »

Download Lagu Indonesia

Panduan mencari dan men-download MP3 lagu Indonesia (dan Barat) secara gratis di Internet
Guide to search and download Indonesian MP3 song on the internet

Panduan Download MP3 Lagu Indonesia @ Google

  1. Buka Google
  2. Masukkan query berikut ke dalam kotak pencarian.

    ?intitle:index.of? mp3 [artist] [title]

    Ubah [artist] dengan nama artis/band/penyanyi yg Anda cari

    Ubah [title] dengan judul lagu yg Anda cari.

    Contoh:
    ?intitle:index.of? mp3 coldplay
    ?intitle:index.of? mp3 “simple plan”
    ?intitle:index.of? mp3 “simple plan” untitled
    ?intitle:index.of? mp3 “welcome to my life”

  3. Contoh hasil pencarian:

    Search Result

    Tekan salah satu dari hasil pencarian di atas, dan hasilnya adalah sbb:

    MP3 List

    Jika sesuai dengan yg Anda inginkan, tekan Klik Kanan dan pilih Save As untuk menyimpan MP3 lagu tersebut.
  4. Selamat mencoba!
Sumber: How To Download MP3 from WWW Using Google

Panduan Download MP3 Lagu Indonesia @ Multiply

  1. Daftarkan diri Anda terlebih dahulu ke Multiply.com jika belum mempunyai account di sana.
  2. Buka Google
  3. Masukkan query berikut ke dalam kotak pencarian.

    ?inurl:multiply.com/music? [artist] [title]

    Ubah [artist] dengan nama artis/band/penyanyi yg Anda cari

    Ubah [title] dengan judul lagu yg Anda cari.

    Contoh:
    ?inurl:multiply.com/music? dewa
    ?inurl:multiply.com/music? dewa dewi
    ?inurl:multiply.com/music? "ada band" "haruskah ku mati"

  4. Contoh hasil pencarian:

    Search Result

    Tekan salah satu dari hasil pencarian di atas, dan hasilnya adalah sbb:

    MP3 List

    Jika sesuai dengan yg Anda inginkan, tekan Klik Kanan dan pilih Save As untuk menyimpan MP3 lagu tersebut.
  5. Selamat mencoba!

Tips

23.38 Edit This 0 Comments »



Tips-Tips Penyembuhan dan Cara Menghilangkan Bekas Jerawat

Jerawat itu apa sih? wah klo pertanyaan gini pantas untuk dikomentari “Hari genee ngak tau jerawat, kaciah deh lu………” he..he.. :)

Saya rasa hampir dari kita pernah kena yang namanya jerawat, kadang memang mengganggu sih apalagi klo jumlahnya semakin banyak di wajah, udah gitu besar-besar lagi.. nah klo untuk yang satu ini mesti buru2 diobati klo tidak ntar bisa rusak wajahnya.

Berikut ini beberapa tips-tips yang dapat anda pakai untuk menyembuhkan dan menghilangkan bekas jerawat :

1.Sering2x bersihin muka pake air setiap saat…sebab muka remaja tuh banyak berminyak…minyak yang tidak dibersihkan akan menyumbat pori2×2 wajah dan akhirnya timbul jerawat…

2.Usahakan sebisa mungkin jangan kena asap kendaraan (kalo pake sepeda motor pake cadar ato helm yang ada tutup kacanya ato pake 2-2nya sekalian spy muka gak kena asap mobil n motor) …

3.Usahakan jangan maem makanan yang pedes2x (ada merica ato lombok nya) dan jangan banyak maem ma-eman berlemak [sedikit aja,tapi jangan terlalu sedikit,sebab selain untuk pelumas persendian,lemak diperlukan dalam pembentukan sel pada paru2x dan otak,kekurangan lemak bisa membahayakan ke2 organ tsb]…

4.Kebanyakan masalah jerawat itu karena alergi sama daging ayam n telur…uji diri kamu sama ke2 makanan tsb…jika kamu emang alergi ya usaha-in sebisa mungkin menghindari ke-2 makanan tsb

5.Kalo berjerawat jangan dipencet2x…kalo dipencet2x biasanya malah ninggalin noda-noda hitam dan bopeng pada wajah…

6.Jangan stress…katanya sih stress memacu timbulnya jerawat…

7.Sering2x olahraga…panas tubuh akan membuka pori2x wajah dan mengeluarkan kotoran2x dari pori-pori wajah…

8.Kalo keramas usaha-in shampo jangan sampe kena wajah…sebab sebagian shampo (terutama yang pake protein spt Sunsilk telur n madu,etc itu jika kena kulit akan nimbulin jerawat)…

9.Sebelum mandi bersihkan muka pake air hangat dan dibilas [jangan pake air panas,air panas dapat memecahkan pori2x wajah..ntar malah kulit wajah jadi merah2x setengah melepuh kalo dibilas pake air yang terlalu panas]…jangan dibilas dengan kasar pada tempat2x berjerawat..sebab akan menimbulkan luka n akhirnya menimbulkan bopeng n noda-noda hitam pada wajah…

Tips terakhir…ini yang paling ampuh…coba deh kamu pake masker yang alami, kamu ambil tuh ketimun ama jeruk nipis, ketimunnya kamu haluskan campus dengan sedikit air jeruk nipis kemudian tambahin air teh sedikit juga yang sudah di basikan (1 s/d 2) hari.

Ok Deh.. Selamat mencoba ya??

Me ( Inspiration )

23.27 Edit This 0 Comments »


Raden Ajeng Kartini (1879-1904)

Pejuang Kemajuan Wanita


Door Duistermis tox Licht, Habis Gelap Terbitlah Terang, itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal. Surat-surat yang dituliskan kepada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.

Buku itu menjadi pedorong semangat para wanita Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya. Perjuangan Kartini tidaklah hanya tertulis di atas kertas tapi dibuktikan dengan mendirikan sekolah gratis untuk anak gadis di Jepara dan Rembang.

Upaya dari puteri seorang Bupati Jepara ini telah membuka penglihatan kaumnya di berbagai daerah lainnya. Sejak itu sekolah-sekolah wanita lahir dan bertumbuh di berbagai pelosok negeri. Wanita Indonesia pun telah lahir menjadi manusia seutuhnya.

Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.

Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu.

Pada saat itu, Raden Ajeng Kartini yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879, ini sebenarnya sangat menginginkan bisa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, namun sebagaimana kebiasaan saat itu dia pun tidak diizinkan oleh orang tuanya.

Dia hanya sempat memperoleh pendidikan sampai E.L.S. (Europese Lagere School) atau tingkat sekolah dasar. Setamat E.L.S, Kartini pun dipingit sebagaimana kebiasaan atau adat-istiadat yang berlaku di tempat kelahirannya dimana setelah seorang wanita menamatkan sekolah di tingkat sekolah dasar, gadis tersebut harus menjalani masa pingitan sampai tiba saatnya untuk menikah.

Merasakan hambatan demikian, Kartini remaja yang banyak bergaul dengan orang-orang terpelajar serta gemar membaca buku khususnya buku-buku mengenai kemajuan wanita seperti karya-karya Multatuli "Max Havelaar" dan karya tokoh-tokoh pejuang wanita di Eropa, mulai menyadari betapa tertinggalnya wanita sebangsanya bila dibandingkan dengan wanita bangsa lain terutama wanita Eropa.

Dia merasakan sendiri bagaimana ia hanya diperbolehkan sekolah sampai tingkat sekolah dasar saja padahal dirinya adalah anak seorang Bupati. Hatinya merasa sedih melihat kaumnya dari anak keluarga biasa yang tidak pernah disekolahkan sama sekali.

Sejak saat itu, dia pun berkeinginan dan bertekad untuk memajukan wanita bangsanya, Indonesia. Dan langkah untuk memajukan itu menurutnya bisa dicapai melalui pendidikan. Untuk merealisasikan cita-citanya itu, dia mengawalinya dengan mendirikan sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya. Semuanya itu diberikannya tanpa memungut bayaran alias cuma-cuma.

Bahkan demi cita-cita mulianya itu, dia sendiri berencana mengikuti Sekolah Guru di Negeri Belanda dengan maksud agar dirinya bisa menjadi seorang pendidik yang lebih baik. Beasiswa dari Pemerintah Belanda pun telah berhasil diperolehnya, namun keinginan tersebut kembali tidak tercapai karena larangan orangtuanya. Guna mencegah kepergiannya tersebut, orangtuanya pun memaksanya menikah pada saat itu dengan Raden Adipati Joyodiningrat, seorang Bupati di Rembang.

Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya, bahkan pernikahan sekalipun. Setelah menikah, dia masih mendirikan sekolah di Rembang di samping sekolah di Jepara yang sudah didirikannya sebelum menikah. Apa yang dilakukannya dengan sekolah itu kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan mendirikan ‘Sekolah Kartini’ di tempat masing-masing seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan Cirebon.

Sepanjang hidupnya, Kartini sangat senang berteman. Dia mempunyai banyak teman baik di dalam negeri maupun di Eropa khususnya dari negeri Belanda, bangsa yang sedang menjajah Indonesia saat itu. Kepada para sahabatnya, dia sering mencurahkan isi hatinya tentang keinginannya memajukan wanita negerinya. Kepada teman-temannya yang orang Belanda dia sering menulis surat yang mengungkapkan cita-citanya tersebut, tentang adanya persamaan hak kaum wanita dan pria.

Setelah meninggalnya Kartini, surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dalam bahasa Belanda berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Apa yang terdapat dalam buku itu sangat berpengaruh besar dalam mendorong kemajuan wanita Indonesia karena isi tulisan tersebut telah menjadi sumber motivasi perjuangan bagi kaum wanita Indonesia di kemudian hari.

Apa yang sudah dilakukan RA Kartini sangatlah besar pengaruhnya kepada kebangkitan bangsa ini. Mungkin akan lebih besar dan lebih banyak lagi yang akan dilakukannya seandainya Allah memberikan usia yang panjang kepadanya. Namun Allah menghendaki lain, ia meninggal dunia di usia muda, usia 25 tahun, yakni pada tanggal 17 September 1904, ketika melahirkan putra pertamanya.

Mengingat besarnya jasa Kartini pada bangsa ini maka atas nama negara, pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya.

Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional.

Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.

Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya.

Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.

Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi.

Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Itu semua adalah sisa-sisa dari kebiasaan lama yang oleh sebagian orang baik oleh pria yang tidak rela melepaskan sifat otoriternya maupun oleh sebagian wanita itu sendiri yang belum berani melawan kebiasaan lama. Namun kesadaran telah lama ditanamkan kartini, sekarang adalah masa pembinaan